Dari jarum jam kukejar mimpi berlalu
Kubuka lagi lembaran yang telah lalu
Kuganti lagi kenangan yang dulu aku ragu
Dari riak air kugapai langkah ke hilir
Kupotong awan menyibak petir
Deras suara hatiku keras bergetir
Pisau-pisau pengalaman itu kugoreskan lagi
Pecahan kaca masa lalu kuremukkan lagi
Butir-butir kebencian berterbangam
Debu-debu kehancuran meringankan keruntuhan
Luka itu bagai kristal-kristal halus
Goresan yang terhapus terbungkus
Ku jauh dan terjerumus
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Menuju ke Laut
Karya Sutan Takdir Alisyahbana
Kami telah meninggalkan engkau,
tasik yang tenang tiada beriak,
diteduhi gunung yang rimbun
dari angin dan topan,
sebab sekali kami terbangun
dari mimpi yang nikmat,
Ombak ria berkejar-kejaran
di gelanggang biru bertepi langit,
Pasir rata berulang dikecup,
tebing curam ditantang diserang,
dalam bergurai bersama angin,
dalam berlomba bersama mega,
Sejak itu jiwa gelisah,
Selalu berjuang tiada reda,
Ketenangan lama rasa beku,
gunung pelindung rasa pengalang,
Berontak hati hendak bebas,
menyerang apa segala mengadang,Gemuruh berderau bunyi jatuh,
terhempas berderai mutiara bercahaya,
Gegap gempita suara mengerang,
dahsyat bahwa suara menang.
Keluh dan gelak silih berganti,
pekik dan tempik sambut menyambut.
Sumber: Tifa Penyair dan Daerahnya,
Subscribe to:
Posts (Atom)
